Setelah beberapa bulan di rumah saja, akhirnya kita bisa beraktivitas di luar rumah lagi. Namun perlu diingat bahwa Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Masa seperti ini biasa dikenal dengan masa New Normal, atau dalam pengertian lain adalah masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Maksud dari adaptasi kebisaan baru adalah perilaku atau tindakan dari seluruh elemen masyarakat untuk melakukan aktivitas atau pola kegiatan yang berbeda dari sebelumnya baik di rumah, di pekerjaan, di sekolah, tempat ibadah, dan tempat-tempat umum. Tujuannya tentu saja masyarakat dapat tetap produktif dan aman dari Covid-19.

Apa saja sih adaptasi kebiasaan baru yang dapat kita lakukan? Berikut adalah contoh-contoh adaptasi kebiasaan baru yang bisa dilakukan:

1. Selalu gunakan masker

Masker menjadi perlengkapan utama untuk mencegah penularan Covid-19. Ada ungkapan yang perlu menjadi pedoman bagi kita, yaitu “Maskerku melindungimu, maskermu melindungiku”. Jadi dengan menggunakan masker, kita tidak hanya menjaga diri sendiri, namun juga melindungi orang lain dari virus dan bakteri pembawa penyakit. Jika perlu ditambahkan juga face shield atau pelindung wajah agar perlindungan menjadi lebih baik.

2. Tetap Jaga Jarak

Jaga jarak juga menjadi cara untuk mengurangi potensi tertular Covid-19. Setidaknya jaga jarak 1-2 meter dengan orang lain saat berada di tempat umum, seperti tempat kerja, kendaraan umum, pasar, dsb. Jaga jarak juga bisa diartikan tidak bersentuhan dengan orang lain. Untuk sementara hindari dulu bersalaman atau berpelukan, cukup lambaikan tangan atau lakukan salam namaste. Bukan tidak sopan, hanya saja perlu diterapkan untuk menjaga kesehatan bersama.

3. Jaga Kebersihan Tangan

 Tangan menjadi salah satu sarana dalam menularkan virus dan bakteri. Maka dari itu, menjaga kebersihan tangan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sering-seringlah mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Juga tidak lupa untuk selalu membawa hand sanitizer. Agar jika tidak ditemukan air untuk mencuci tangan, untuk sementara bisa memakai hand sanitizer. 

4. Bayar dengan uang elektronik

Uang juga bisa menjadi sarana dalam menularkan virus dan bakteri karena seringnya berpindah-pindah dari satu orang ke orang yang lain. Maka dari itu, jika memungkinkan dan tersedia, ada baiknya menggunakan layanan uang elektronik. Membayar dengan uang elektronik bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah penularan Covid-19.

5. Jika sedang sakit, di rumah saja

Saat merasa badan tidak enak atau sakit, dihimbau untuk tetap di rumah saja. Badan yang kurang sehat membuat imun tubuh juga menurun. Sehingga beresiko mudah untuk tertular berbagai macam penyakit. Selain itu, dengan di rumah saja juga dapat terhindar dari bahaya menularkan virus atau penyakit yang sedang diderita.